Pelepasan MB UIN Jakarta Targetkan Prestasi Nasional
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band (MB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara pelepasan kontingen menuju Bandung Marching Band Championship (BMBC) 2025. Acara diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta pada Senin (27/10/25).
Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan sambutan dari ketua umum serta wakil rektor bidang kemahasiswaan UIN Jakarta. Kegiatan kemudian diteruskan dengan doa, penampilan full band, dan ditutup dengan sesi dokumentasi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D., dalam sambutanya mengungkapkan dukungan terhadap peserta lomba dan mengirimkan perwakilan dalam berbagai kejuaraan. Upaya itu bertujuan untuk memperkuat UKM UIN Jakarta agar kesempatan meraih kemenangan semakin terbuka.
“Terus mendukung peserta lomba, mengirimkan di berbagai kompetisi, keterlibatan UKM UIN Jakarta untuk terus bergairah menambah kesempatan menjadi juara dari berbagai perlombaan,” ujarnya, Senin (27/10/25)
Selain itu, Prof Ali menegaskan agar MB UIN Jakarta tetap konsentrasi terhadap pelaksanaan BMBC. Menurutnya, ajang itu menjadi kesempatan bagi MB UIN jakarta untuk memperkuat citranya di tingkat nasional.
“Fokus dengan perlombaan, kita sedang menyiapkan segala hadiah yang diperlukan, dan tentu saja ini momentum bagi UKM MB UIN Jakarta sebagai jalan untuk tampil sebagai pasukan MB nasional,” ungkapnya.
Ketua MB UIN Jakarta, Muhammad Roihan Azkia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa latihan menuju BMBC itu butuh waktu yang lama. Dengan begitu, ia berharap kompetisi kali ini mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Semoga setelah kita bersusah payah latihan berjam-jam, puluhan jam, ratusan waktu yang kita habiskan untuk latihan, kita akan mendapatkan hasil yang maksimal,” pungkasnya, Senin (27/10/25).
Foto dokumentasi:







Reporter: Dinda Maulida | Fotografer: Lintar Tri Rifnu Ananda | Editor: De Karl Azzahra
