Pengembangan Potensi di UKM Pramuka UIN Jakarta Bentuk Karakter Anggota untuk Hadapi Dunia Kerja
Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan UKM yang berfokus pada pendidikan dan pembinaan karakter mahasiswa. Kehadiran organisasi ini berangkat dari kecintaan para mahasiswa terhadap gerakan kepramukaan, yang kemudian melahirkan gagasan untuk membentuk wadah bersama yang dirintis pada tahun 1984.
Ketua Umum Pramuka UIN Jakarta periode 2026, Muhammad Ridwan Nasution, menjelaskan, pada periode kepengurusannya UKM Pramuka difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota menjadi pandega yang berprogresif menjadi kader kebutuhan masyarakat. Terdiri dari pelayanan melalui pendidikan protokoler dan juga pengabdian masyarakat melalui kegiatan bina masyarakat.
“Melalui tujuan tersebut Pramuka dan tridarma perguruan tinggi tentu selalu berjalan berdampingan," ujar Ridwan, Sabtu (16/5).
Selain berfokus pada pendidikan dan pembinaan, Ridwan menjelaskan, UKM Pramuka juga memiliki unit-unit pengembangan bakat yang biasa disebut reka karya. Menurutnya, unit-unit tersebut berdiri melalui keinginan anggota yang sama sehingga membentuk empat unit, mulai dari kesenian Jakarta, keprotokolan, penelitian dan pengembangan, serta outdoor activity.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, UKM Pramuka UIN Jakarta tercipta dari beberapa pegiat pramuka di kampus yang ingin tetap berkarya melalui kegiatan kepramukaan. Oleh karena itu, organisasi ini menjadi wadah bagi anggota pramuka tingkat penegak yang ingin melanjutkan pendidikan kepramukaan.
Namun, menurut Ridwan, organisasi ini juga dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa umum. Anggota Pramuka tidak hanya diperuntukkan kepada mereka yang telah memiliki pengalaman atau latar belakang pramuka tetapi inklusif, karena pramuka bersifat sukarela dan pendidikannya tidak harus diikuti berdasarkan tingkatan sebelumnya.
"Kami juga membuka peluang untuk mahasiswa pada umumnya untuk berkarya dan menjadi bagian dari Pramuka UIN Jakarta," ucap Ridwan.
Ridwan menambahkan, dalam perjalanannya, Pramuka UIN Jakarta memiliki sejumlah prestasi, diantaranya meraih juara I kepenulisan artikel se DKI Jakarta. Selain itu, pernah menjadi gugus depan tergiat dalam kegiatan perkemahan nasional song song Ramadan 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UIN Raden intan Lampung.
“Prestasi anggota kami juga beragam. Mulai dari peserta Fornas NTB kategori olahraga stand up Paddle, anggota protokoler Pramuka DKI Jakarta. Dan juga Pramuka Garuda DKI jakarta,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Ridwan menjelaskan, salah satu program kerja dalam pendidikan kepramukaan yang bermanfaat bagi civitas academica adalah pelatihan bina satuan dan bina masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadikan peserta pelatihan siap berkarier sebagai pelatih Pramuka sekaligus siap bermasyarakat. Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan anggota untuk memperoleh sertifikasi keahlian pelatih dan dapat diikuti oleh civitas academica.
“Program pendidikan keprotokolan dan juga kesenian Jakarta menjadi potensi yang dapat diikuti dan dampaknya bisa berguna kembali untuk kampus, mulai dari tarian seni Jakarta dan juga protokol kegiatan-kegiatan formal kampus,” ujar Ridwan.
Senada dengan Ridwan, salah satu purna anggota Pramuka UIN Jakarta, Arif Arianto Ariadi, alumni Fakultas Psikologi angkatan 1998 menjelaskan, pengalaman selama aktif di organisasi tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar dengan dunia kerja nya saat ini. Ia menilai Pramuka sebagai organisasi yang memberikan bekal keterampilan sangat lengkap. Saat ini, Arif bekerja di Bagian Umum sekaligus Sekretaris Pusat Bisnis UIN Jakarta.
"Pramuka itu organisasi yang serba bisa. Pola kepemimpinannya ada, kegiatan alam terbuka ada, kegiatan ruangan ada, bahkan pekerjaan administrasi pertanggungjawaban juga lengkap. Hal ini membuat latar belakang Pramuka sangat aman dan fleksibel untuk diterima di dunia kerja manapun, baik di instansi pemerintahan maupun swasta," ungkap Pak Arif, Jumat (8/5).
Selain itu, Arif menyebut keterampilan teknis dan metode belajar sambil mempraktikkan langsung (learning by doing) yang diterapkan selama aktif di Pramuka menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan kerja yang dinamis. Menurutnya, anggota Pramuka dilatih untuk selalu siap ditempatkan di bidang apa saja, meskipun terkadang jauh dari latar belakang jurusan kuliah mereka.
"Anggota Pramuka itu harus siap ditempatkan dimana saja, dengan learning by doing nya yang kita pelajari. Dimana ada kemauan disitu ada jalan, ya kita coba di dunia kerja pasti bisa," tambahnya.
Reporter: Siti Julfa Fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
