Perjalanan Content Creator Mahasiswa, Adian Candra Suarakan Luka dan Harapan Generasi Muda
Gedung Kemahasiswaan, Kisah Inspiratif Mahasiswa - Fenomena mahasiswa yang aktif sebagai content creator semakin berkembang, dikutip dari website youngster.id jumlah konten kreator di Indonesia terus meningkat dan saat ini diperkirakan telah mencapai 17 juta orang menyasar generasi muda termasuk di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Adian Candra, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2022 sekaligus menjadi content creator yang membangun identitas digital melalui konten-konten bertema percintaan generasi muda yang disisipi pesan dakwah ringan di berbagai platform media sosial.
Adian memulai aktivitas kreatifnya dari ruang sederhana, seperti kamar pribadi di rumah. Namun, untuk meningkatkan kualitas visual, ia kerap mencari lokasi alternatif seperti taman sekitar rumah hingga coffee shop dengan konsep estetik. Pilihan tempat ini menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik visual kontennya di berbagai platform media sosial.
“Biasanya di rumah, khususnya di dalam kamar, kadang di taman dekat rumah, dan kadang juga cari coffee shop yang estetik biar konten lebih menarik secara visual,” ujarnya.
Fokus utama konten yang ia angkat berkaitan dengan dinamika percintaan Gen Z dan penyampaian dakwah islam yang ringan. Menariknya, di tengah narasi romantika dan kegalauan, Adian menyisipkan pesan-pesan dakwah Islam secara ringan. Ia berupaya menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara sederhana agar mudah dipahami oleh audiens yang beragam.
“Fokusnya ke arah percintaan Gen Z, tapi banyak juga dari milenial yang suka. Saya juga sering selipin dakwah tipis, seperti ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan secara sederhana biar mudah dipahami,” jelasnya.
Perjalanan Adian sebagai content creator dimulai pada akhir Desember 2024, ketika ia diajak bergabung oleh sebuah komunitas kreator bernama Threewils, yang kini dikenal sebagai 4everrass. Bergabungnya Adian dalam lingkungan tersebut menjadi titik awal peningkatan kepercayaan diri dan kemampuannya tampil di depan kamera. Dukungan dari rekan-rekannya menjadi motivasi utama untuk terus konsisten berkarya setiap hari.
“Awalnya diajak Threewils di akhir Desember 2024, mereka lihat saya bikin reels. Dari situ saya gabung, belajar tampil di depan kamera, dan termotivasi dari mereka yang bilang kita mulai dari nol bareng,” tuturnya.
Perkembangan signifikan terjadi di platform TikTok. Dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya antara Maret hingga April 2025, jumlah pengikutnya melonjak drastis dari 5.000 menjadi 80.000. Lonjakan ini dipicu oleh pemanfaatan lagu viral serta gaya penyampaian facecam dengan narasi galau yang relevan dengan pengalaman emosional anak muda Indonesia. Dari situ, Adian mulai dikenal sebagai “duta galau” yang memberikan semangat bagi mereka yang sedang mengalami patah hati.
“Dari TikTok, dalam waktu satu bulan followers saya naik dari 5.000 ke 80.000, waktu itu pakai lagu viral ‘Mangu’ dengan konsep facecam dan kata-kata galau yang relate sama anak-anak patah hati,” katanya.
Adian menilai, meskipun konten yang ia buat tidak secara langsung mengangkat kehidupan kampus, lingkungan akademik tetap memberikan kontribusi dalam membentuk cara ia berkomunikasi dan menyampaikan pesan di media digital. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi fondasi penting dalam mengemas konten yang komunikatif dan bernilai dakwah.
“Peran kampus tetap ada, terutama dari ilmu yang saya dapat dari dosen tentang komunikasi dan dakwah, itu cukup membantu dalam cara saya menyampaikan pesan di konten,” ungkapnya.
Dalam membagi waktu, Adian menerapkan pola yang cukup terstruktur. Ia menjalani aktivitas kuliah dari pagi hingga siang, kemudian melanjutkan proses produksi konten pada sore hingga malam hari. Bahkan, ia dan rekan-rekannya kerap mengadakan diskusi santai di kedai kopi untuk merancang ide-ide konten.
“Biasanya kuliah dari pagi sampai siang, lalu sore sampai malam dipakai buat ngonten atau diskusi ide bareng teman-teman,” ujarnya.
Menurut Adian, dampak dari kontennya pun dirasakan langsung oleh audiens. Banyak pengikut yang mengirim pesan pribadi maupun komentar, mengungkapkan bahwa konten Adian mampu membantu memperbaiki hubungan mereka, menyadarkan makna kebahagiaan, hingga memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang terluka secara emosional.
“Banyak yang DM dan komen, bilang konten saya bisa bantu hubungan mereka balik lagi, atau bikin mereka sadar kalau bahagia itu dari diri sendiri,” katanya.
Ke depan, Adian menargetkan capaian yang lebih luas dalam perjalanan kariernya sebagai content creator. Ia berharap konsistensi yang dibangun dapat mengantarkannya pada kesuksesan di industri kreatif digital.
“Target saya ke depannya ya sukses khususnya di industri kreatif,” pungkasnya.
Reporter : Syahru Alfin Arsyada |Editor : Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
