Produktif Tanpa Burnout, Cerita Mahasiswa di Balik Padatnya Jadwal Kampus
Produktif Tanpa Burnout, Cerita Mahasiswa di Balik Padatnya Jadwal Kampus

Gedung Kemahasiswaan, Kisah Inspiratif Mahasiswa – Masa perkuliahan sering kali dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas relasi, baik dengan mengikuti organisasi, program magang, hingga perlombaan. Namun tanpa disadari, di balik padatnya aktivitas yang dijalankan, tidak sedikit mahasiswa yang mulai mengabaikan kesehatan mental. Kesibukan yang tak terkelola justru berpotensi memicu kelelahan dan stres. 

Salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Mustika Pertiwi, turut membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa yang produktif. Ia saat ini aktif dalam Lembaga Otonom (LO) Fatahillah Researches for Science and Humanity (FRESH) UIN Jakarta sebagai Ketua Umum (Ketum) 2026 dan mengikuti organisasi eksternal lainnya.

Menurutnya, produktivitas yang sehat bukan hanya sekadar soal banyaknya aktivitas atau sibuk, tetapi bagaimana seseorang mampu memperoleh manfaat atau nilai dari setiap aktivitas yang dilakukan. Dengan begitu, waktu dan energi yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia. 

“Untuk menjadi produktif, seseorang perlu memiliki kemampuan dalam mengatur waktu secara efektif. Apabila tidak dikelola dengan baik, jadwal yang padat justru akan menumpuk hingga akhirnya membuat kewalahan dan stres,” ujar Mustika, pada Minggu (19/04/2026) 

Mustika menambahkan, dirinya memutuskan untuk menjadi lebih produktif selama masa perkuliahan, karena di jenjang sebelumnya sempat terhambat akibat pandemi COVID-19. Perkuliahan menjadi kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai ilmu baru yang belum sempat dipelajari dan pengalaman baru yang belum dilalui. 

“Salah satu alasan pengen banget ikut dan aktif di banyak kegiatan karena waktu SMA itu zaman COVID, jadi ruang eksplorasiku kurang. Jadi nyobanya di tingkat univ,” ungkap Mustika.

Selain itu, Mustika menilai aktivitas yang dijalankan saat ini tergolong produktivitas yang sehat. Menurutnya, banyak dampak positif yang ia dapat di dalamnya. Ia juga menegaskan produktivitas yang sehat hanya bisa dicapai dengan manajemen waktu yang baik.

“Dampak baik yang kurasakan aku jadi punya time management yang baik. Aku bisa mengatur skala prioritas, kepercayaan diri meningkat, skill komunikasi, kontrol emosi (ikut meningkat),” tutur Mustika. 

Oleh karena itu, Mustika membagi jadwal kegiatannya berdasarkan skala prioritas dan tenggat waktu. Perkuliahan tetap menjadi fokus utamanya sebagai seorang mahasiswa, disusul dengan organisasi, dan kegiatan pengembangan diri lainnya. Selain itu, ia juga menghindari mengerjakan segala sesuatu secara mendadak agar tidak kewalahan.

“Aku punya habit untuk bikin to do list aktivitas ataupun tugas-tugas yang harus aku kerjakan beberapa hari ke depan. Menurutku cara itu juga sangat membantu untuk aku tau mana yang harus diprioritaskan untuk dikerjakan terlebih dahulu,” pungkasnya. 

Reporter: Alfiah Ziha Rahmatul Laili |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby