Raih Cumlaude dan Aktif Organisasi, Lulusan UIN Jakarta Dapat Pekerjaan dalam Waktu Singkat
Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - Salsabila Putri Azzahro lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada April 2025 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 dengan menyandang predikat cumlaude. Setelah menyelesaikan studinya, ia berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu relatif singkat.
Menurut Salsabila, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga pengalaman organisasi serta keterampilan yang ia bangun sejak masa perkuliahan. Selama menempuh pendidikan, ia aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
Salsabila pernah menjabat sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komfakda periode 2024–2025 serta aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tangerang Selatan pada 2023. Di bidang kreatif, ia dipercaya sebagai Head of Digital Content di DNK TV (Dakwah dan Komunikasi Televisi). Selain aktif berorganisasi, ia juga membangun portofolio profesional sejak dini. Salsabila mengawali berbagai pekerjaan freelance sejak semester dua, seperti note taker, MC, hingga host. Pengalaman tersebut berkembang menjadi host event, host live TikTok untuk berbagai merek, serta content creator di industri skincare. Ia juga dipercaya menjadi mitra social media specialist di salah satu instansi sebelum resmi lulus.
“Saya percaya bahwa persiapan dimulai bahkan sebelum kelulusan. Sejak semester dua, saya sudah mengambil berbagai freelance seperti note taker, MC, dan host,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam proses rekrutmen yang ia jalani. Ia menjelaskan bahwa portofolio, curriculum vitae, beserta pengalaman organisasi menjadi faktor utama yang menarik perhatian instansi tempatnya bekerja. Kemampuannya dalam memahami strategi konten dan algoritma media sosial juga menjadi nilai tambah.
Menurut Salsabila, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) memang memiliki peran dalam membuka peluang awal, tetapi tidak cukup untuk mempertahankan posisi di dunia kerja.
“IPK membuka pintu, tetapi keterampilan, profesionalisme, dan integritas yang membuat kita tetap berada di dalamnya,” jelasnya.
Di luar akademik, ia juga mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengaruh sosial. Salah satu pencapaiannya adalah terpilih sebagai Duta Anti-Narkoba Berbakat Kota Tangerang Selatan 2025. Pengalaman ini turut mengasah kemampuan public speaking serta produksi konten kampanye edukatif.
Salsabila menilai, pengalaman organisasi dan aktivitas di luar kelas memiliki peran krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga mempercepat proses pengembangan diri.
“Dunia di luar kelas adalah cerminan nyata dunia kerja. Pengalaman organisasi dan freelance membantu mempercepat pengembangan diri sekaligus membangun jaringan,” tuturnya.
Dalam perjalanannya, relasi juga menjadi faktor penting dalam memperluas peluang karir. Namun, ia menekankan bahwa relasi harus dibangun melalui kerja keras dan kompetensi, bukan sekadar mengandalkan koneksi.
“Relasi itu seperti akselerator karier, tapi tetap harus dibangun dengan dedikasi dan kualitas diri,” tambahnya.
Meski telah memiliki pengalaman kerja sejak kuliah, Salsabila mengaku tetap menghadapi tantangan setelah lulus, terutama dalam menjaga konsistensi untuk terus berkembang dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap etika dan tanggung jawab profesional di dunia kerja.
“Jangan hanya menunggu peluang datang, tapi ciptakan peluang itu sendiri. Kesuksesan bukan soal seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa kuat fondasi yang kita bangun,” pesannya.
Reporter : Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:



