Rektor Tekankan Nilai Ke-UIN-an dalam Audiensi Hasil Rapat Persiapan PBAK 2026
Gedung Rektorat, Berita Kemahasiswaan Online – UIN Jakarta menggelar audiensi hasil rapat persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 bersama jajaran pimpinan universitas, wakil dekan fakultas bidang kemahasiswaan serta panitia pelaksana pada Kamis (30/7/2026).
Audiensi ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepuddin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin, Dr. Aktobi Ghozali, M.A., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran, drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D.
Turut hadir pula Ketua SEMA (Senat Mahasiswa) UIN Jakarta, Muhammad Ezra Suhaeri, Ketua DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) UIN Jakarta, Achmad Hafizh, Ketua PBAK UIN Jakarta 2026, Nagieb Jihadil Akbar serta jajaran panitia lainnya.
Dalam audiensi tersebut, Rektor UIN Jakarta menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai ke-UIN-an sebagai identitas utama yang perlu dikenalkan kepada mahasiswa baru. Menurutnya, PBAK tidak hanya menjadi ajang pengenalan berbagai program studi saja, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan filosofi dan nilai yang membedakan UIN Jakarta dengan perguruan tinggi lainnya.
“Yang terpenting, calon mahasiswa UIN Jakarta dapat mengerti nilai-nilai yang harus dikembangkan. Tonjolkanlah terkait ke-UIN-an, mulai dari tokoh-tokoh kita, hingga filosofi UIN Jakarta. Terkait pengenalan mengenai program studi maupun dosen, dapat dilakukan nanti karena penguatan nilai-nilai dasar ke-UIN-an menjadi hal utama yang mesti ditonjolkan,” ujar Asep.
Asep juga mengingatkan agar seluruh mahasiswa baru memiliki kebanggaan terhadap setiap bidang keilmuan yang telah dipilih. Menurutnya, tidak ada program studi yang lebih rendah dibandingkan program studi lainnya sebab setiap keilmuan memiliki profesionalisme dan kontribusi masing-masing.
Selain penguatan nilai akademik dan keislaman, Asep turut menyoroti pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pencegahan kekerasan seksual selama pelaksanaan PBAK. Ia meminta agar peraturan dapat diperkuat, sehingga kejadian yang tak diinginkan tidak terjadi.
Rektor juga menekankan perhatian lebih terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendampingan sesuai kondisi masing-masing. Ia meminta panitia untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan adanya pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
Asep juga memberikan pesan untuk memperlakukan seluruh mahasiswa baru seperti adik sendiri, tanpa membedakan latar belakang baik dari segi fakultas, jurusan, maupun organisasi.
“Anggaplah calon mahasiswa itu sebagai adik-adik kalian sendiri, yang harus dijaga tanpa membeda-bedakan mereka, baik dari segi fakultas, jurusan, organisasi, maupun hal lainnya,” tambahnya.
Reporter: Arini Aisyah Putri Bambang | Editor: Rakhma Imamatul Ummah| Fotografer: Qanitah fayza Az-zahra| Publisher : Ahmad Syafi'i
Penanggung Jawab : Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor : Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI
Dokumentasi: 



