Relevansi Program Kopma UIN Jakarta Bentuk Kompetensi Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja 
Relevansi Program Kopma UIN Jakarta Bentuk Kompetensi Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja 

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Jakarta berdiri sejak 1986 dengan nama Kopma IAIN Jakarta. Pada 15 Oktober 1996, Kopma IAIN Jakarta disahkan sebagai badan hukum setelah menyesuaikan Anggaran Dasar (AD)  dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 1992 tentang Perkoperasioan. Lalu, pada 2002 nama organisasi berubah menjadi Kopma UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Dalam perjalanannya, Kopma UIN Jakarta aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional. Lima tahun terakhir, organisasi ini meraih sejumlah penghargaan, diantaranya esai terbaik di Duta Inklusi Keuangan 2021,  Juara 1 Cerdas Cermat Jambore Koperasi Nasional 2022, Juara 1 Debat Jambore Koperasi Nasional 2023, kemudian 2024 mendapatkan Juara 2 lomba Business Model Canvas (BMC), Juara 2 lomba poster, dan Juara 2 lomba inovatif infografis, hingga Juara Umum Jambore Kopma Nasional 2025 di Solo. Pada 2026, Kopma UIN Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah Jambore Kopma Nasional. 

Selain aktif dalam kompetisi, Kopma UIN Jakarta menjalankan berbagai pelatihan di bidang kewirausahaan, administrasi, dan manajemen organisasi. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pendidikan perkoperasian dan praktik organisasi yang melibatkan anggota secara langsung. 

Alumni Kopma UIN Jakarta, Muhammad Rian Ramadhan, menyebut pengalaman organisasi di Kopma berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Alumni Program Studi (Prodi) Agribisnis yang lulus pada 2021 itu kini bekerja sebagai Manager Human Resource Development (HRD) di Mitra Utama Digital Printing. 

Rian menjelaskan anggota Kopma mempelajari berbagai bidang yang dinilai relevan dengan dunia kerja, mulai dari kewirausahaan hingga administrasi organisasi. Menurutnya, sistem pembelajaran di Kopma menyerupai pembagian kerja dalam perusahaan. 

“Kopma menurut saya merupakan replika perusahaan karena di sini kami belajar berbagai hal yang dibutuhkan ketika masuk dunia kerja. Kami belajar berbagai macam usaha, keuangan, administrasi, hingga Sumber Daya Anggota atau dikenal HRD yang mana hal yang sekarang saya tekuni,” ungkap Rian saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Sabtu (9/5/2026). 

Selain itu, Rian menyebut Kopma UIN Jakarta hadir untuk memenuhi semua kebutuhan yang dibutuhkan mahasiswa. Pengalaman selama aktif di Kopma membantunya memahami pengelolaan kerja secara praktis. 

“Di Kopma saya belajar mengelola program kerja, mencapai target, mengatur administrasi, dan bekerja dalam tim. Pengalaman itu membantu saya memahami dasar-dasar pekerjaan setelah lulus kuliah,” tambahnya. 

Ketua Umum Kopma UIN Jakarta,  Sehan Fathur Rahman, menjelaskan Kopma tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki kemampuan tertentu. Kopma disebut terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar dan mengembangkan keterampilan dari awal. 

Kopma menghadirkan berbagai pelatihan pengembangan dan pendidikan untuk membangun kemampuan anggota, baik soft skill maupun hard skill. Pelatihan tersebut meliputi kewirausahaan, administrasi, manajemen keuangan, public speaking, hingga kepemimpinan organisasi. 

“Kopma hadir sebagai wadah pengembangan mahasiswa dari berbagai latar belakang kemampuan. Kopma tidak hanya fokus pada kewirausahaan, tetapi juga membangun kemampuan administrasi, keuangan, komunikasi, dan kepemimpinan yang relevan dengan dunia kerja,” ujar Sehan saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Minggu (3/5/2026). 

Sehan menambahkan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Dinas Perkoperasioan, anggota Kopma wajib mengikuti empat tahap pendidikan, yaitu pendidikan pengantar, pendidikan dasar perkoperasian, pendidikan menengah perkoperasioan, dan pendidikan lanjutan perkoperasian. 

Selain itu, Sehan menjelaskan, Kopma juga menjalankan program seminar kewirausahaan, seminar keuangan, pelatihan bisnis plan, public speaking, serta kegiatan sosial yang terbuka bagi seluruh mahasiswa UIN Jakarta. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas pengalaman organisasi. 

Sehan menambahkan, keterampilan yang dipelajari anggota dinilai relevan dengan kebutuhan kerja saat ini. Menurutnya, kemampuan manajemen waktu, tata administrasi, pengelolaan keuangan, hingga komunikasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah lulus kuliah. 

“Skill yang dipelajari di Kopma berguna tidak hanya di perkuliahan tapi juga di dunia kerja nanti. Kemampuan kewirausahaan tidak hanya berorientasi menjadi karyawan, tetapi sebagai bekal anggota jika ingin membangun usaha sendiri kelak,” tutupnya. 

Reporter: Mustika Pertiwi Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby