RIAKTalks 2026 Dorong Mahasiswa UIN Jakarta Berani Berkarya Lewat Songwriting dan Publikasi Digital
RIAKTalks 2026 Dorong Mahasiswa UIN Jakarta Berani Berkarya Lewat Songwriting dan Publikasi Digital

Aula Student Center UIN Jakarta, Berita Kemahasiswaan Online – Komunitas Musik Mahasiswa (KMM) RIAK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan RIAKTalks 2026 dengan tema "Eksplorasi Kreativitas Musik melalui Songwriting dan Publikasi Digital" pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menghadirkan musisi sekaligus music producer Sulaeman Shuo, S.Sos. dan musisi serta songwriter Roy Haris Chandra.

Ketua KMM RIAK, Miki Yanuardi, dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa RIAKTalks diselenggarakan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa dan masyarakat yang memiliki minat di bidang musik. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami proses kreatif dalam menciptakan lagu, tetapi juga memiliki bekal untuk mempublikasikan karya di era digital.

"Melalui RIAKTalks, kami ingin menghadirkan ruang berbagi antara praktisi dan mahasiswa agar peserta semakin berani berkarya. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya orisinal sekaligus mendorong mahasiswa melihat musik sebagai media berekspresi dan bagian dari industri kreatif yang terus berkembang," ujar Miki.

Pada sesi pertama, Dalam pemaparannya, Sulaeman Shuo menekankan bahwa proses kreatif dalam menulis lagu tidak selalu berangkat dari penguasaan teori musik. Menurutnya, yang paling penting adalah keberanian untuk menangkap pengalaman sehari-hari sebagai bahan berkarya.

"Kalau ada keresahan sesuatu, tulis aja dulu. Kalau sudah jadi tulisan, bikin nadanya, terus notasinya. Nanti bisa jadi hiburan sendiri buat kalian. Semua orang bisa bikin lagu karena semua perasaan bisa dijadikan lirik," ujarnya.

Sementara itu, di sesi selanjutnya Roy Haris Chandra menjelaskan bahwa setiap pencipta memiliki proses kreatif yang berbeda sehingga peserta tidak perlu merasa terikat pada satu pola tertentu. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dalam berkarya adalah mengembangkan sebuah gagasan hingga menjadi lagu yang utuh.

"Tidak ada satu metode yang paling benar atau paling baku. Yang terpenting bukan urutannya, melainkan apakah ide itu berhasil berkembang menjadi sebuah lagu yang utuh," jelas Roy.

Melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan kedua narasumber mengenai proses kreatif, tantangan menjadi musisi independen, hingga strategi mempublikasikan karya pada berbagai platform digital.

Penyelenggaraan RIAKTalks diharapkan dapat memperkuat peran KMM RIAK sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang musik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga dipersiapkan agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan industri musik digital.

Reporter: Alfassalam Muhammad | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Fotografer: Qanita Fayza Az-Zahra | Publisher: Naila Yustiara

Dokumentasi:

RIAKTALK_8

RIAKTALK_6

RIAKTALK_5

RIAKTALK_4

RIAKTALK_3

RIAKTALK_2

RIAKTALK_1