Sabet Juara 1, Atlet Putri KPA Arkadia UIN Jakarta Cetak Prestasi Emas di Tegal
Sabet Juara 1, Atlet Putri KPA Arkadia UIN Jakarta Cetak Prestasi Emas di Tegal

Universitas Pancasakti, Berita Kemahasiswaan Online – Sebuah prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh atlet vertikal bertalenta, Desi Sarolasi, perwakilan dari UIN Jakarta dari UKM Kelompok Pecinta Alam Arkadia (KPA Arkadia). Perempuan tangguh ini sukses menyabet gelar Juara 1 Kategori Umum Putri dalam ajang  Pancasakti Single Rope Technique (SRT) Competition 2026 yang diselenggarakan pada (17–18/07/2026) di Universitas Pancasakti Tegal. Kompetisi bertajuk "26th Mapakti Berdedikasi, Dalam Seutas Tali Bertanding Nyali" ini menjadi pembuktian nyata atas ketangguhan fisik dan mental Desi dalam menaklukkan lintasan vertikal. 

Keberhasilan Desi membawa pulang trofi utama tidak diraih dengan instan. Terdapat komitmen luar biasa berupa disiplin latihan yang sangat ketat dan terstruktur yang dilakoninya setiap hari bersama tim.

Desi membagikan bagaimana manajemen porsi latihan rutinnya dirancang secara matang berbasis kesediaan para atlet:

4 Hari Latihan Teknik: Fokus pada pendalaman taktik, penguasaan alat, dan efisiensi pergerakan pada seutas tali. 1 Hari Review Materi: Evaluasi menyeluruh terhadap sistem, pemahaman teori vertikal, dan koreksi detail gerakan. 1 Hari Latihan Ketahanan (Endurance): Penggemblengan fisik untuk menjaga stamina agar tetap prima dalam durasi kompetisi yang panjang. Hari Istirahat (Rest Day): Memanfaatkan hari Sabtu atau Minggu untuk pemulihan total agar kondisi otot dan stamina atlet tetap terjaga optimal.

Desi mengungkapkan bahwa kejuaraan ini memberikan tekanan mental yang sangat tinggi. Menurutnya, tantangan paling krusial di atas lintasan bukanlah kekuatan otot semata, melainkan kemampuan untuk mengendalikan diri dari kepanikan di bawah bayang-bayang tekanan kompetisi.

"Tantangan paling krusial adalah bagaimana harus tetap tenang dan fokus pada sistem yang dipakai dan dibuat di tali selama perlombaan, meski terjadi human error tanpa memperdulikan lawan sebelah. Bersyukur sekali saya tidak pergi sendiri, jadi saya bisa mendengar saran baik dari mentor saya," ungkapnya.

Faktor mentalitas dan dukungan lingkungan diakui Desi menjadi pilar utama di balik rasa percaya dirinya. Memasuki arena perlombaan dengan pola pikir positif menjadi kunci utama keberhasilannya melewati setiap rintangan vertikal yang melelahkan.

"Just think that I will pass everything. Membangun kepercayaan diri juga dipengaruhi oleh dukungan dan lingkungan yang sportif, sehingga saya tahu kompetensi yang saya miliki," tambahnya.

Olahraga ekstrem berbasis tali temali seperti Single Rope Technique (SRT) selama ini memang identik dengan dominasi laki-laki karena membutuhkan kekuatan fisik yang luar biasa. Melalui kemenangan ini, Desi menaruh harapan besar agar jejak langkahnya dapat menjadi pemantik semangat bagi kaum hawa lainnya.

"Harapannya akan semakin banyak para perempuan yang tertarik pada perlombaan yang berhubungan dengan tali temali, meski lumayan berat memang. Dan tentu saja, saya akan menanti setiap perlombaan selanjutnya bila kembali diberikan kesempatan,"  tuturnya.

Ajang Pancasakti SRT Competition 2026 yang diinisiasi oleh Mahasiswa Pecinta Alam Pancasakti (MAPAKTI) Universitas Pancasakti Tegal ini sendiri sukses menarik perhatian penggiat alam bebas dan olahraga vertikal dari berbagai daerah. Kemenangan Desi Sarolasi tidak hanya mengharumkan nama institusinya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan gender bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi sebuah prestasi.

Reporter: Rahadi Rahmaddianto | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Publisher: Dini Azzahra