Saddam Permana Soroti Validasi Medsos Gen Z di IMF 2026
Saddam Permana Soroti Validasi Medsos Gen Z di IMF 2026

Aula Student Center, Berita Kemahasiswaan Online – Rangkaian sesi talkshow pemuda yang diselenggarakan dalam rangka penutupan Islamic Movement Festival (IMF) 2026 oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Jakarta berlangsung penuh antusias di Aula Student Center pada Selasa (29/9/2026). Acara ini menghadirkan edukator sekaligus konten kreator ternama, Saddam Permana, S.H., sebagai narasumber utama untuk mengulas berbagai fenomena sosial serta tantangan psikologis yang tengah dihadapi oleh generasi muda saat ini.  

Dalam pemaparannya yang komprehensif, Saddam menyoroti secara mendalam fenomena quarter-life crisis serta kecenderungan dan ketergantungan kuat generasi Z (Gen Z) terhadap validasi publik. Kondisi tersebut kian dipicu dan diperparah oleh paparan arus informasi serta standar pencapaian yang terus-menerus membanjiri media sosial selama 24 jam penuh tanpa henti.

"Social media itu lahir dari proses kurasi. Kita tidak akan pernah bisa membandingkan diri kita yang sedang tidak baik-baik saja dengan sesuatu yang merupakan hasil kurasi terbaik orang lain," ungkapnya secara lugas di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati lokasi acara.  

Untuk mengantisipasi serta mengatasi tekanan psikologis maupun sosial tersebut, ia menekankan pentingnya dua prinsip utama yang perlu diterapkan oleh setiap pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, pentingnya mengembangkan sense of sufficiency atau rasa cukup yang tumbuh murni dari dorongan internal pribadi tanpa perlu bergantung pada penilaian luar. Kedua, memperbanyak alokasi me time dan refleksi diri yang berkualitas, seperti mencari kejernihan pikiran (clarity) serta ketenangan spiritual seusai menunaikan ibadah sholat.  

Di sela-sela talkshow yang berlangsung hangat, Saddam juga memberikan klarifikasi mengenai anggapan serta tanggapan publik yang kerap mempertanyakan latar belakang keluarganya yang memiliki keturunan Minangkabau dan Tionghoa. 

"Islam itu universal dan inklusif. Islam melampaui batasan etnis, ras, maupun latar belakang fisik seseorang,” ungkapnya.

Melalui pesan penutupnya, ia mengajak seluruh pemuda untuk mengalihkan fokus serta energi positif mereka dari sekadar berburu angka likes maupun viewers di dunia digital menuju penciptaan karya-karya nyata yang substantif, bernilai, serta memberikan dampak kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.  

Usai penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis, kegiatan berlanjut pada aksi Charity Palestine hasil kerja sama dengan lembaga amil zakat DT Peduli, yang dirangkaikan dengan sesi Sosialisasi Ekspresi. Seluruh alur acara hari itu resmi diakhiri melalui Grand Closing Ceremony IMF 2026 oleh Farhan Faqih, Mujiburrahman, dan Abyanu Dzaky, sebelum akhirnya ditutup dengan pembacaan doa serta sesi foto bersama panitia dan peserta.

Reporter: Tengku Chintya Khairunnisa | Editor: Arini Aisyah Putri Bambang | Media: Muhammad Muchtar Aziz | Publisher: Nindya Nova Macelia

Dokumentasi:

IMG_5002-1200x628-802kb

IMG_4994-1200x628-802kb

IMG_4957-1200x628-802kbIMG_4958-1200x628-802kb