Semaikan Damai Mahasiswa Lewat Film Indonesian Pluralities
Ruang Teater Lantai 2 FDIKOM, Berita Kemahasiswaan Online – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter bertajuk Indonesian Pluralities di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa (12/05/2026). Acara ini diselenggarakan sebagai upaya memotret realitas keberagaman di Indonesia dari sudut pandang masyarakat sipil, sekaligus memberikan perspektif mendalam mengenai resolusi konflik dan pentingnya menjaga harmoni nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa agama harus menjadi faktor penting dalam membangun dialog produktif. Ia menekankan bahwa literasi visual melalui film sangat efektif untuk menyentuh sisi empati mahasiswa secara mendalam. Nilai universal seperti kasih sayang dan keadilan harus terus digaungkan melalui media yang relevan.
“Agama harus menjadi faktor penting dalam membangun kerukunan, perdamaian, dan dialog antar sesama komponen bangsa,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala PKUB, M. Adib Abdushomad, menyatakan bahwa film ini menjadi sarana penting mendiseminasikan nilai moderasi. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah arus informasi. Upaya ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan saling menghargai.
“Kita harus memastikan bahwa semangat toleransi dan kerukunan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PKUB berharap dapat membentuk pola pikir mahasiswa yang lebih bijak dan dewasa dalam menghadapi kemajemukan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen perdamaian di lingkungan masing-masing.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta melakukan refleksi bersama untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Momentum ini menjadi simbol tekad kaum intelektual muda dalam merawat Indonesia yang lebih harmonis dan toleran.
Reporter: Rahadi Rahmaddianto | Fotografer: Muhammad Zaky Alfatih | Publisher: Naila Yustiara
Dokumentasi:








