Soroti Relevansi Menwa Bekali Mahasiswa Dengan Keterampilan Teknis
Gedung Kemahasiswaan, Arah Ormawa - Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Jakarta menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua yang berdiri sejak 19 September 1966. Organisasi tersebut berfokus pada pembinaan bela negara, kedisiplinan, dan kepemimpinan kemahasiswaan.
Identitas Menwa yang lekat dengan kedisiplinan dan pembinaan non-akademik memunculkan pertanyaan terkait relevansinya di lingkungan kampus. Di tengah perkembangan dunia pendidikan, organisasi mahasiswa dituntut tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Komandan Satuan Menwa, Nurul Hidayah, menyatakan Menwa berperan sebagai wadah pembinaan karakter mahasiswa melalui sistem pelatihan terstruktur. Pembinaan tersebut mencakup penguatan nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan.
“Menwa berperan sebagai wadah pembentukan karakter mahasiswa, bukan hanya kemampuan akademik. Kami membekali anggota dengan kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan serta kerjasama tim sehingga anggota lebih siap menghadapi berbagai situasi,” ujar Nurul saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Senin (20/4/2026).
Selain itu, Nurul Hidayah, menyebut Menwa juga memberikan pembekalan keterampilan teknis kepada anggota. Keterampilan tersebut meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), navigasi darat, survival, dan dasar menembak.
Dalam pelaksanaannya, Menwa menjalankan sejumlah program seperti orientasi, pendidikan dan latihan dasar, latihan rutin, serta kegiatan sosial dan pengamanan kampus. Program tersebut ditujukan untuk melatih kedisiplinan dan kemampuan kerja tim anggota.
“Beberapa program yang kami jalankan seperti orientasi Menwa, pendidikan dan latihan dasar, latihan rutin, pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial seperti bakti sosial, hingga kebangsaan seperti upacara dan pengamanan kegiatan kampus. Program tersebut diarahkan untuk membentuk anggota yang disiplin, tanggap, dan mampu bekerja dalam tim,” tambahnya.
Lebih lanjut, Staf Logistik dan Bendahara (LogBen) Menwa, Firyal Alimah Hidayati, menyebut Menwa menjunjung nilai kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, dan kebersamaan. Nilai tersebut menjadi landasan dalam setiap aktivitas organisasi.
“Dengan mengikuti Menwa, saya dan anggota lainnya justru diajarkan untuk bertanggung jawab. Saya merasa lebih terlatih dalam mengatur waktu dengan baik dan mampu membagi fokus antara organisasi dan perkuliahan,” ungkapnya.
Firyal menilai Menwa masih relevan di tengah perkembangan dunia pendidikan. Menwa dinilai mampu membentuk karakter mahasiswa di luar aspek akademik.
“Menwa membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan, baik di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari. Menwa memang identik dengan kedisiplinan, tetapi bukan berarti kaku. Kami diajar untuk tetap fleksibel, beradaptasi, dan bekerja sama dalam berbagai situasi,” tambahnya.
Reporter: Mustika Pertiwi. |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
