Teater Syahid UIN Jakarta: Pengembangan Seni dan Keterampilan Menuju Dunia Kerja
Teater Syahid UIN Jakarta: Pengembangan Seni dan Keterampilan Menuju Dunia Kerja

Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Teater Syahid merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berdiri pada 17 Oktober 1988 dengan fokus pada seni pertunjukan. Kehadiran UKM ini berangkat dari kebutuhan mahasiswa akan ruang berkesenian di lingkungan kampus, yang pada saat itu belum tersedia.

Ketua Umum UKM Teater Syahid 2026, Muhammad Fajar Mulia, menjelaskan, pada saat awal berdirinya UKM Teater Syahid dibentuk oleh sejumlah mahasiswa yang memiliki keresahan karena belum adanya ruang kesenian di lingkungan kampus.

“Dari keresahan itu, para senior kemudian menggagas sebuah ruang agar mahasiswa tetap memiliki tempat untuk berkesenian dan mengembangkan minat di bidang seni pertunjukan,” ujar Fajar, Jumat (8/5).

Fajar menjelaskan,Teater Syahid tidak hanya berfokus pada seni pemeranan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran berbagai bidang pendukung dalam pertunjukan teater. Menurutnya, anggota dapat mengembangkan kemampuan di berbagai aspek kesenian seperti musik, tata artistik, tata kostum, tata lampu, hingga proses produksi pertunjukan.

”Jadi teman-teman di sini bisa belajar banyak hal, tidak hanya soal tampil di atas panggung,” kata Fajar.

Pada periode kepengurusannya, Fajar menyebut,Teater Syahid berupaya meningkatkan produktivitas organisasi dengan menambah jumlah produksi pertunjukan dari 2 menjadi 3 produksi dalam satu periode kepengurusan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena meningkatnya jumlah anggota dibanding tahun-tahun sebelumnya.

”Kami menambah menjadi tiga produksi, karena jumlah anggota juga meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya agar seluruh anggota bisa mendapatkan ruang yang lebih maksimal untuk berkarya dan terlibat langsung dalam proses produksi,” ujarnya.

Selain itu, Teater Syahid juga berusaha memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi para anggota. Fajar menjelaskan bahwa anggota baru tidak langsung diarahkan pada satu bidang tertentu, melainkan diberi kesempatan untuk mencoba berbagai divisi agar dapat menemukan minat dan kemampuan yang paling sesuai dengan diri mereka.

”Proses ini terus dilakukan sampai mereka benar-benar menemukan di mana minat dan potensi yang paling sesuai untuk mereka kembangkan,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Teater Syahid juga meraih sejumlah prestasi, diantaranya menjadi juara Festival Teater Mahasiswa Nasional 2024 dan aktif dalam Festival Teater Kampus Jakarta. Fajar menilai bahwa capaian tersebut merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam menjaga kualitas dan eksistensi ruang berkesenian di lingkungan kampus.

”Kami ingin memperkenalkan kepada publik bahwa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masih terdapat ruang untuk berkesenian, khususnya teater, yang terus aktif, produktif, dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, alumni Teater Syahid, Rido Hafidz, menilai bahwa pengalaman selama aktif di organisasi tersebut memiliki relevansi yang besar dengan dunia kerja. Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu kini bekerja sebagai pengajar Bahasa Indonesia di sebuah yayasan, sekaligus menjadi pelatih ekstrakurikuler teater di beberapa sekolah.

Menurut Ridho, pengalaman di Teater Syahid memberikan dampak besar terhadap perkembangan dirinya. Tidak hanya dari sisi kemampuan seni, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan komunikasi.

“Pengalaman di Teater Syahid itu sangat berpengaruh, terutama dalam pengembangan diri secara pribadi. Saya belajar banyak hal, mulai dari bagaimana menyampaikan pendapat, berkomunikasi dengan orang lain, sampai membangun rasa percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang,” kata Ridho, Kamis (8/5).

Selai itu, Ridho juga menyampaikan bahwa Teater Syahid tidak hanya mengajarkan seni pemeranan, tetapi juga berbagai keterampilan lain yang relevan dengan perkembangan dunia kreatif saat ini, seperti videografi, desain, penulisan naskah, hingga kemampuan komunikasi publik.

“Semua itu sangat membantu dalam membentuk kemampuan yang bisa digunakan di berbagai bidang pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridho menjelaskan, keterampilan yang diperoleh tersebut menjadi bekal yang relevan bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, karena membantu mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta kerja sama tim. Ia menilai bahwa pengalaman organisasi dapat menjadi titik awal mahasiswa dalam menemukan minat dan kemampuan yang kemudian berkembang menjadi profesi.

“Tidak semua alumni Teater Syahid menjadi aktor. Banyak juga yang akhirnya bekerja di bidang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka kembangkan selama proses di Syahid,” tutupnya. 

Reporter: Siti Julfa fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin | Publisher: Muhammad Haikal Aby