Tembus Seleksi LPDP, Alumni UIN Jakarta Lanjutkan Studi di PKU-MI
Tembus Seleksi LPDP, Alumni UIN Jakarta Lanjutkan Studi di PKU-MI

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan OnlineAlumni Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta, Teguh Satria Pendowo, lolos Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) tahun 2026.

Teguh menuntaskan studi sarjana di UIN Jakarta pada tahun 2024. Ia lulus dengan predikat cum laude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92, serta meraih penghargaan penulis skripsi terbaik dan wisudawan berprestasi nonakademik tingkat fakultas.

Ia memilih mendaftar LPDP karena memandang beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Bagi Teguh, LPDP merupakan amanah negara untuk melahirkan kontribusi nyata di bidang keagamaan, khususnya kajian Islam yang inklusif dan relevan secara sosial.

“LPDP bagi saya adalah tanggung jawab untuk berkontribusi pada kajian Islam yang inklusif dan relevan secara sosial,” ujarnya.

Alasan tersebut membuatnya memilih PKU-MI sebagai tujuan studi. Program ini berfokus pada penguatan keilmuan Islam klasik dan kontemporer yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

Dalam proses seleksi, Teguh mempersiapkan diri sejak jauh hari. Ia menjaga capaian akademik dan aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian serta organisasi. Kegiatan tersebut antara lain mengajar, memimpin klub debat bahasa Arab, terlibat di Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) fakultas, serta mengikuti lomba pidato dan debat Bahasa Arab hingga tingkat internasional.

Selain persiapan akademik dan organisasi, Teguh juga memperhatikan aspek teknis seleksi. Ia menyiapkan seluruh persyaratan administrasi LPDP secara teliti, mempelajari ketentuan yang berlaku, serta berdiskusi dengan teman yang telah lebih dulu lolos LPDP. Ia juga melatih kemampuan wawancara dan menyusun rencana studi serta kontribusi.

Teguh melewati empat tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga seleksi substansi LPDP. “Pada tahap seleksi substansi, saya sempat mengalami kendala teknis pada perangkat,” ujar Teguh. Meski demikian, ia tetap berusaha tenang dan fokus selama proses wawancara.

Ia menilai lingkungan akademik FDI UIN Jakarta memberi bekal penting selama proses seleksi. Pembelajaran bahasa Arab, kajian turats, serta pendekatan studi Islam kontemporer membantu membentuk kesiapan akademiknya. Pengalaman belajar ke luar negeri melalui program MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) di Universitas Az-Zaitunah Tunisia turut menambah wawasan dan pengalaman akademik.

Teguh saat ini masih menjalani studi di PKU-MI. Ia mengikuti pembelajaran bersama para ulama dan cendekiawan Muslim. Lingkungan tersebut juga memberi pengalaman belajar yang berkaitan dengan aspek keagamaan dan kebangsaan.

Ke depannya, Teguh berharap dapat berkontribusi dalam penguatan keilmuan Al-Qur’an dan pemberdayaan masyarakat. Ia berencana mengajar Ulumul Qur’an dan Tafsir, melanjutkan studi doktoral, serta aktif menulis dan terlibat dalam kegiatan keumatan.

“Bagi mahasiswa UIN Jakarta yang berminat mendaftar Beasiswa LPDP, persiapan perlu dibangun melalui integritas akademik, keaktifan berorganisasi dan pengabdian, penguatan kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta rencana kontribusi yang jelas. Jadikan LPDP sebagai amanah pengabdian, bukan sekadar pembiayaan studi,” tutupnya.

Reporter: Fazila Zahira | Fotografer: Narasumber | Editor: Geri Maulana Sapura & Laila Nurrahma

Dokumentasi:
2

3

4

5