Tiga Rekomendasi Buku untuk Tingkatkan Kesadaran Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa
Gedung Kemahasiswaan - Rekomendasi Mahasiswa Pemahaman terhadap isu Kekerasan Seksual (KS) di lingkungan kampus kini tidak lagi hanya bersandar pada regulasi, tetapi juga perlu diperdalam melalui literasi. Hal ini sangat penting agar mahasiswa memiliki landasan berpikir yang kuat dalam mengenali berbagai bentuk kekerasan yang sering kali tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari.
Pengetahuan yang mendalam mengenai dinamika kekerasan menjadi modal utama bagi mahasiswa agar tidak terjebak dalam sikap abai atau sekadar menjadi penonton saat ketidakadilan terjadi. Berikut tiga buku yang dapat membantu memperluas perspektif mahasiswa mengenai kondisi psikologi korban, dampak trauma yang nyata, hingga anatomi perilaku pelaku.
1. Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan karya Ester Lianawati
Buku karya psikolog Ester Lianawati ini mengulas isu kekerasan dari sudut pandang psikologi feminis. Fokus utamanya adalah membedah bagaimana konstruksi sosial aturan sosial sering kali memaksa perempuan untuk memendam insting perlindungan dirinya demi menjaga label "sopan" di masyarakat.
Melalui konsep otoritas tubuh, penulis menjelaskan bahwa pemulihan insting perlindungan diri adalah kunci bagi individu untuk mengenali ancaman dan menetapkan batasan (boundary setting). Bagi mahasiswa, literasi ini membantu membedah akar budaya victim blaming yang sering terjadi di lingkungan sosial.
2. Naomi karya Naura
Naomi merupakan sebuah karya yang memotret realitas kehidupan seorang penyintas kekerasan seksual secara mendalam. Pendekatan buku ini berbeda dengan buku teori lainnya yang terkesan kaku, buku ini menyajikan narasi personal tentang betapa beratnya perjuangan seorang korban dalam menghadapi trauma yang terus membekas setelah kejadian berlalu.
Buku ini direkomendasikan untuk mengasah rasa empati di kalangan mahasiswa. Isi buku ini secara detail menggambarkan bahwa dampak KS tidak hanya bersifat fisik, tetapi memengaruhi stabilitas mental dan kehidupan sosial korban dalam jangka panjang. Hal ini menjadi panduan penting agar mahasiswa bisa menjadi lingkungan pendukung (support system) yang merangkul, bukan justru menghakimi korban.
3. American Psycho karya Bret Easton Ellis
Meskipun berbentuk fiksi satir yang tajam, novel karya Bret Easton Ellis ini merupakan studi kasus mengenai maskulinitas toksik dan cara pandang yang merendahkan manusia sebagai objek. Melalui karakter Patrick Bateman, pembaca diperlihatkan bagaimana rasa berkuasa yang berlebihan dapat melahirkan perilaku predator yang keji.
Buku ini direkomendasikan sebagai referensi untuk mengenali pola pikir pelaku yang sering kali berlindung di balik status sosial atau relasi kuasa dan citra diri yang terlihat sempurna. Dalam konteks KS, buku ini memberikan peringatan keras bahwa kekerasan seringkali bermula dari hilangnya empati dan cara pandang yang menganggap orang lain sebagai objek pemuas ego semata.
Melalui pembedahan ketiga buku ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami KS secara normatif, tetapi juga mampu membaca dinamika psikologis, sosial, dan budaya yang melatarbelakanginya serta memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ruang aman di kampus. Pendalaman materi melalui literasi dianggap sebagai langkah nyata untuk mencegah dan mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini.
Penulis: Siti Julfa Fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
