Tim KTA UIN Jakarta Usung Gagasan Hutan Wakaf di Final OASE III PTKI
Tim KTA UIN Jakarta Usung Gagasan Hutan Wakaf di Final OASE III PTKI

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Tim cabang lomba Karya Tulis Al-Qur'an (KTA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta matangkan gagasan Hutan Wakaf menuju final Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai salah satu alternatif solusi untuk menghadapi persoalan deforestasi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Babak final akan berlangsung pada 3-7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

 

Ketua tim KTA UIN Jakarta, Ahmad Ivan Abid Nugroho menjelaskan gagasan tersebut berawal darin diskusi bersama anggota tim untuk menentukan gagasan yang akan diangkat dalam karya tulis. Dari diskusi tersebut, tim memilih Hutan Wakaf sebagai tema karena dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi deforestasi, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia.

“Gagasan Hutan Wakaf tersebut berangkat dari persoalan pembukaan lahan dengan cara membakar yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf dapat berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan,” jelas Abid, Sabtu (31/10/06).

 

Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis pada Rabu (27/10), Abid dan tim mulai memaksimalkan persiapan dalam waktu yang cukup terbatas. Persiapan tersebut meliputi pembuatan brosur, standing banner, dan mock up atau miniatur hutan wakaf. Selain itu tim juga menyempurnakan WaqfForest Connect, platform digital yang memuat informasi terkait wakaf hutan.

“Kami berkoordinasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) agar gagasan yang dikembangkan tidak salah arah dan tetap selaras dengan pihak terkait. Alhamdulillah setelah berkonsultasi dan melakukan wawancara, ide kami disambut baik serta dinilai dapat dikembangkan lebih lanjut,” ucap Abid.

Selain itu, Abid mengatakan pengembangan hutan wakaf miniatur sebagai simulasi penerapan konsep tersebut. Miniatur tersebut akan diperlihatkan ke dewan juri dan peserta sebagai bentuk visualisasi gagasan yang ditawarkan. Konsep tersebut membagi kawasan hutan wakaf menjadi dua bentuk, yakni kawasan yang sepenuhnya dipertahankan sebagai area pepohonan dan kawasan produktif yang dimanfaatkan untuk penanaman tanaman yang bernilai guna, seperti ubi.

Lebih lanjut, Abid berharap kontingen UIN Jakarta dapat memberikan hasil terbaik dalam OASE III PTKIN 2026. Ia juga berharap gagasan hutan wakaf tidak berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan oleh pemerintah maupun pihak terkait guna menjaga kelestarian hutan di Indonesia.

“Target utama kami juara satu. Kami melihat selisih nilai antar peserta hanya sekitar tiga sampai empat poin, sehingga kami tetap optimis bisa mendapatkan hasil terbaik,” pungkas Abid.

Reporter: Siti Julfa Fitriyah | Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin | Fotografer: Maulana Hafıdz Arifın Ahmad | Publisher: Nindya Nova Macelia