UIN Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan PT Nusa Sentosa Indonesia dalam Pengembangan Ekosistem Peternakan dan Program Magang Mahasiswa
UIN Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan PT Nusa Sentosa Indonesia dalam Pengembangan Ekosistem Peternakan dan Program Magang Mahasiswa

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima audiensi dari PT Nusa Sentosa Indonesia (NusaQu) pada Senin (9/3/2026) secara daring melalui Google Meet. Pertemuan ini membahas pemaparan program perusahaan serta peluang kolaborasi strategis antara dunia industri peternakan dan perguruan tinggi. 
Dalam pemaparannya, perwakilan NusaQu, Reza Widiyanto, menjelaskan bahwa PT Nusa Sentosa Indonesia merupakan perusahaan agritech yang bergerak di bidang peternakan sapi, kambing, dan domba secara terintegrasi. Perusahaan tersebut mengembangkan ekosistem peternakan yang tidak hanya berfokus pada penjualan hewan qurban, tetapi juga membangun solusi bisnis peternakan yang inovatif dan berkelanjutan. 
NusaQu memiliki beberapa unit usaha yang mendukung pengembangan ekosistem peternakan, antara lain Nusa Farm sebagai divisi utama peternakan, Nusa Feed sebagai penyedia pakan, Nusa Academy sebagai platform edukasi peternakan, Nusa Riset yang berfokus pada riset digital seperti teknologi pakan dan Internet of Things (IoT), Nusa Meat untuk produk daging olahan, Nusa Waste yang mengelola limbah ternak menjadi pupuk, serta Nusa Hub yang berfokus pada pemberdayaan peternak lokal. 
Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan sejumlah program unggulan, seperti Tabungan Qurban, Qurban Praktis, Peternak Digital berbasis aplikasi, program pelatihan dan sertifikasi melalui Nusa Academy, hingga program magang lintas disiplin ilmu yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai jurusan. 
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Jakarta, Dr. Hj. Sri Ilham Lubis, Lc., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan ekosistem peternakan yang dilakukan oleh NusaQu. Ia menilai terdapat sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama UIN Jakarta. 
Menurutnya, meskipun UIN Jakarta tidak memiliki fasilitas peternakan secara langsung, universitas memiliki potensi kolaborasi dalam beberapa bidang strategis, seperti program riset, pengadaan hewan qurban, program magang mahasiswa, serta kolaborasi dengan Pusat Pengembangan Bisnis UIN Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa UIN Jakarta selama dua tahun terakhir telah bekerja sama dengan Social Trust Fund dalam pengadaan hewan qurban dalam bentuk makanan siap saji. 
Selain itu, UIN Jakarta juga memiliki potensi pengembangan lahan di Kampus IV Cikuya yang dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan program peternakan di masa mendatang. 
CEO NusaQu Indonesia, M. Dzarnuji Aziz, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan UIN Jakarta, khususnya dalam pengembangan riset kolaboratif berbasis teknologi pendidikan, pengadaan hewan qurban sebagai vendor resmi, serta program magang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. 
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal mengenai sejumlah potensi kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti, di antaranya program magang mahasiswa, program riset kolaboratif, pengelolaan bisnis hewan qurban melalui skema kerja sama dengan Pusat Pengembangan Bisnis UIN Jakarta, serta pengadaan hewan qurban untuk kebutuhan UIN Jakarta. 
Sebagai tindak lanjut, PT Nusa Sentosa Indonesia akan menyusun proposal kerja sama yang lebih rinci dan mengajukan permohonan resmi kepada Rektor UIN Jakarta. Apabila disetujui, kedua pihak akan melanjutkan proses melalui penandatanganan dokumen kerja sama berupa Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan melibatkan unit-unit terkait di lingkungan UIN Jakarta. 
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri guna mengembangkan ekosistem peternakan yang inovatif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(raza672026)