UIN Jakarta Terapkan Administrasi Kemahasiswaan Nirkertas per Mei 2026
Diorama, Berita Kemahasiswaan Online – UIN Jakarta resmi mentransformasikan sistem administrasi organisasi mahasiswa (Ormawa) ke format digital sepenuhnya (paperless). Kebijakan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Mei 2026.
Transformasi digital tersebut menjadi poin utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ormawa 2026 yang digelar Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Jakarta di Ruang Diorama Harun Nasution, Kamis (23/4/2026).
Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta, Muhammad Furqon, menegaskan bahwa seluruh proses birokrasi kemahasiswaan tidak lagi menggunakan dokumen cetak.
"Per 1 Mei, kita terapkan sistem paperless. Tidak ada lagi penggunaan print out maupun hard copy dalam pengajuan administrasi," ujar Furqon di hadapan pengurus Ormawa.
Selain digitalisasi, Furqon memberikan peringatan keras terkait pengelolaan dana kegiatan mahasiswa. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang digunakan bersumber dari anggaran negara, sehingga memiliki konsekuensi hukum dan regulasi yang ketat.
"Anggaran yang kita pergunakan adalah anggaran negara, jadi wajib sesuai dengan aturan negara. Setiap perencanaan dan penggunaan dana harus disusun dengan prinsip kehati-hatian agar tidak menyalahi regulasi yang berlaku," tuturnya.
Ia juga meminta para pengurus organisasi untuk memiliki penguasaan penuh terhadap substansi program yang diajukan. Akuntabilitas, menurut Furqon, dimulai dari pemahaman penyusun proposal terhadap isi dan tujuan dokumen yang mereka buat.
"Siapa yang menyusun proposal, dia yang harus mengerti dan mampu mempertanggungjawabkannya secara mendalam," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Internal Forum UKM UIN Jakarta, Muhammad Haikal Aby, menjelaskan bahwa Rakor ini berfungsi sebagai pijakan strategis bagi organisasi mahasiswa selama satu periode kepengurusan ke depan. Selain membahas anggaran, pertemuan ini fokus pada pembaruan tata kelola kemahasiswaan terbaru.
“Pertemuan ini diarahkan untuk menyelaraskan rencana pendanaan serta mengulas pembaruan aturan administrasi. Kami berharap forum ini menjadi ruang dialog untuk menampung aspirasi peserta demi keberlangsungan organisasi yang lebih sehat pada 2026,” ujar Haikal.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai UKM di lingkungan UIN Jakarta ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai tantangan transisi sistem administrasi digital dan mekanisme pelaporan anggaran yang transparan.
Reporter: Dinda Maulida | Fotografer: Muhammad Hanif Az-zaydan | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Muhammad Naufal
Dokumentasi:









