UIN Jakarta Terima Audiensi LPK Siap Sukses, Bahas Peluang Pelatihan dan Penempatan Kerja ke Jepang
UIN Jakarta Terima Audiensi LPK Siap Sukses, Bahas Peluang Pelatihan dan Penempatan Kerja ke Jepang

Jakarta, 25 Februari 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima audiensi dari LPK Siap Sukses dalam rangka penjajakan kerja sama program pelatihan dan pendampingan kerja ke Jepang. Pertemuan ini merupakan bagian dari penguatan jejaring internasional dan peningkatan daya saing lulusan di pasar kerja global.
Audiensi dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Din Wahid, M.A., Ph.D., Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) Dr. Hj. Sri Ilham Lubis, Lc., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK), serta Noviati, S.E., dari jajaran kerja sama. Pihak LPK Siap Sukses diwakili oleh Mbakyu Evi, Muhammad Januar R., Shinta Ujiana, dan tim.
Dalam pemaparannya, LPK Siap Sukses menjelaskan program pelatihan persiapan kerja ke Jepang melalui skema Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW). Program tersebut mencakup pelatihan bahasa Jepang level N4 dan N3, pembekalan budaya dan etos kerja Jepang, pelatihan teknis seperti caregiver, resepsionis, pramusaji, dan housekeeping, hingga pendampingan proses rekrutmen dan penempatan kerja.
Biaya pelatihan bervariasi, dengan kisaran termurah sekitar Rp12.500.000 dan termahal sekitar Rp22.000.000, di luar biaya pembuatan paspor dan visa. Adapun biaya tiket keberangkatan umumnya ditanggung oleh perusahaan penerima kerja di Jepang sehingga tidak dibebankan kepada calon pekerja. Program ini diperuntukkan bagi peserta dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun sesuai dengan ketentuan rekrutmen yang berlaku.
Pihak LPK juga menegaskan bahwa perusahaan di Jepang pada umumnya lebih mengutamakan keterampilan dan kompetensi kerja dibandingkan latar belakang jenjang pendidikan formal, baik S1, D1, maupun SMK.
Dalam diskusi, Wakil Dekan SAINTEK menyampaikan pengalaman Fakultas Sains dan Teknologi yang selama tiga tahun terakhir telah mengirimkan mahasiswa, khususnya Program Studi Agribisnis, untuk mengikuti magang kerja di sektor perkebunan di Jepang melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan mitra di Jepang. Program tersebut dinilai berjalan baik dan memberikan pengalaman internasional yang signifikan bagi mahasiswa.
Sejalan dengan pengalaman tersebut, Wakil Dekan SAINTEK menanyakan kemungkinan LPK Siap Sukses untuk menjajaki mitra perusahaan lain di Jepang di luar sektor perkebunan, termasuk sektor teknologi informasi (IT) serta bidang lain yang relevan dengan program studi di lingkungan SAINTEK.
Sementara itu Wakil Dekan FIKES menanyakan proses pembiayaan selama masa kerja di Jepang termasuk fasilitas yang diterima di Jepang. Informasi ini dibutuhkan mengingat banyaka lulusan dari FIKES terutama keperawatan banyak yang minat untuk kerja di Jepang.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama menegaskan bahwa UIN Jakarta terbuka terhadap pengembangan kerja sama lintas sektor selama memenuhi aspek legalitas, perlindungan peserta, transparansi pembiayaan, serta selaras dengan standar mutu akademik dan kebijakan institusi. Setiap rencana kolaborasi akan melalui proses kajian dan evaluasi internal sebelum ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama teknis.
Kepala Biro AAKK menegaskan perlunya informasi pengalaman tenaga kerja yang sudah dikirimkan untuk mendapatkan Gambaran kehidupan para tenaga kerja di Jepang dari LPK SIap Sukses untuk menjadi pertimbangan lulusan UIN Jakarta yang nantinya minat untuk bergabung dengan LPK.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi peluang sinergi yang lebih luas dalam mendukung peningkatan kompetensi, pengalaman internasional, dan kesiapan kerja mahasiswa UIN Jakarta di berbagai sektor industri global.(raza2026)