UIN Jakarta Tutup AIUA 2026 dengan Deklarasi Perdamaian dan Estafet Kepemimpinan Baru
UIN Jakarta Tutup AIUA 2026 dengan Deklarasi Perdamaian dan Estafet Kepemimpinan Baru

Ruang Diorama, Berita Kemahasiswaan Online – Rangkaian AIUA International Seminar and 15th Annual General Meeting resmi ditutup melalui sidang Annual General Meeting yang berlangsung di Ruang Diorama, Kamis (25/6/2026). Forum tersebut menetapkan kepemimpinan baru The Asian Islamic Universities Association (AIUA) periode 2026–2028 sekaligus meneguhkan komitmen perguruan tinggi Islam dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, riset, dan kontribusi terhadap perdamaian global.

Selama dua hari penyelenggaraan, forum yang mengusung tema "Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development" ini diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan sejumlah negara lainnya. Forum menjadi ruang penguatan kerja sama di bidang pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta diplomasi akademik dalam merespons berbagai tantangan global.

Presiden AIUA periode 2024–2026 sekaligus Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan dunia, khususnya isu perdamaian di kawasan ASEAN.

"Kita menghadirkan asosiasi perguruan tinggi Islam di ASEAN dan beberapa negara untuk berkolaborasi dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah berbagai konflik yang terjadi, perguruan tinggi Islam harus mampu berkontribusi melalui gagasan dan langkah konkret dalam membangun perdamaian," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi AIUA tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga membangun kesamaan perspektif mengenai Islam moderat sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Melalui forum tersebut, para akademisi turut merumuskan komitmen bersama untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan geopolitik melalui riset, dialog, dan kerja sama lintas negara.

Selain seminar internasional, Annual General Meeting ke-15 AIUA juga menjadi agenda penting organisasi melalui pemilihan Presiden AIUA periode 2026–2028. Dalam sidang anggota, estafet kepemimpinan AIUA resmi beralih dari Prof. Asep Saepudin Jahar kepada Profesor Noorhaidi Hasan.

Ketua Steering Committee sekaligus Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Jakarta, Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan seminar internasional dan Annual General Meeting yang dinilai semakin memperkuat jejaring perguruan tinggi Islam di tingkat regional maupun global.

"Alhamdulillah, dengan dukungan seluruh anggota, seminar internasional dan Annual General Meeting ke-15 AIUA dapat berlangsung dengan baik. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di tingkat internasional," ujarnya.

Melalui komitmen bersama yang dihasilkan dalam seminar dan estafet kepemimpinan organisasi, AIUA diharapkan semakin memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan perdamaian, ketahanan, dan pembangunan yang inklusif.

Reporter: Putri Khoirina Nuzullah | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Fotografer: Rahmawati Fitri | Publisher: Dini Azzahra

Dokumentasi:

AIUADAY2_7

AIUADAY2_6

AIUADAY2_9

AIUADAY2_10

AIUADAY2_5

AIUADAY2_1

AIUADAY2_8

AIUADAY2_4

AIUADAY2_2