UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA DAN YBM PLN GELAR SOSIALISASI BEASISWA CAHAYA PINTAR
Jakarta, 30 September 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) mengadakan kegiatan sosialisasi Beasiswa Cahaya Pintar (BCP) secara daring melalui platform Zoom Meeting, pada Selasa (30/9). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan UIN Jakarta, UIN Malang, UIN Manado, serta mahasiswa calon penerima manfaat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Salman Alfarisi selaku perwakilan YBM PLN. Dalam arahannya, Salman menyampaikan bahwa program beasiswa ini bersumber dari dana zakat yang dikelola YBM PLN, dengan tujuan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif dalam pengabdian dan khidmat sosial. Ia juga berharap adanya dukungan dan bimbingan dari pihak universitas untuk membina mahasiswa penerima BCP.
Selanjutnya, paparan program disampaikan oleh Wahyu Ilahi, alumni UIN Jakarta tahun 2005 dan perwakilan YBM PLN. Ia menjelaskan bahwa Beasiswa Cahaya Pintar merupakan program strategis YBM PLN yang menyasar kampus mayoritas muslim. Program ini bertujuan membantu para mustahik meningkatkan akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.
“Selain mendukung pembayaran UKT, YBM PLN juga menyiapkan program Rumah Cahaya Pintar yang diharapkan menjadi tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan mahasiswa. Program ini telah berjalan di beberapa kampus, dan UIN Jakarta diharapkan dapat mengusulkan melalui mekanisme resmi,” jelas Wahyu.
Dalam paparannya, Wahyu juga menjelaskan ketentuan umum, persyaratan, serta alur proses rekrutmen calon mahasiswa penerima BCP.
Diskusi Interaktif Bersama UIN Malang, UIN Manado, dan UIN Jakarta
Sesi tanya jawab berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, antara lain:
- UIN Malang menanyakan terkait semester penerima beasiswa (mulai semester 3), mekanisme pencairan (pada semester ganjil), hingga ketentuan jika penerima beasiswa mengundurkan diri. YBM PLN menegaskan bahwa ada pakta integritas yang mengikat penerima, dan jika ada pengunduran diri, beasiswa dapat dialihkan ke calon lain.
- UIN Manado menanyakan peluang bagi mahasiswa semester 1, keberlanjutan bantuan hingga semester 8, serta pemanfaatan dana di luar UKT. YBM PLN menegaskan bahwa ketentuan saat ini dimulai dari semester 3, bantuan hanya mencakup UKT, dan ada program pembinaan tambahan untuk mendukung kemandirian mahasiswa.
- UIN Jakarta menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin, serta menanyakan teknis usulan Rumah Cahaya Pintar dan dukungan biaya wisuda. YBM PLN menjelaskan bahwa universitas dapat mengajukan usulan resmi terkait rumah cahaya, sementara biaya wisuda belum termasuk dalam skema BCP karena fokus beasiswa hanya pada pembiayaan UKT hingga maksimal semester 8
Ikbal, dalam paparan penutup Acara Rapat Zoom berharap melalui program ini, diharapkan mahasiswa penerima manfaat tidak hanya terbantu dalam aspek finansial, tetapi juga mendapat pembinaan yang terarah agar menjadi generasi muslim cerdas, mandiri, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (RZA-KJS)
