UKM HIQMA UIN Jakarta Inisiasi Wisuda Tahfidz Pertama se-PTKIN
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Mahasiswa Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Wisuda Tahfidz Akbar pada Sabtu (01/11/25). Wisuda yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution itu terdiri dari kategori 3 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 15 Juz, 20 Juz, dan 30 Juz.
Wisuda Tahfidz Akbar dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Pembina UKM HIQMA, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., dan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK), Dr. Hj. Sri Ilham Lubis, Lc., M.Pd.,. Selain itu, beberapa civitas academica dan Alumni HIQMA UIN Jakarta turut menghadiri wisuda itu.
Dalam sambutannya, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. menyampaikan, momentum wisuda tahfidz menjadi bagian penting untuk memperkuat, menjaga, dan meningkatkan kemampuan menghafal Al Qur’an wisudawan dan wisudawati. Prof. Ali berpesan kepada para wisudawan agar tetap melanjutkan dan menjaga konsistensi hafalan Alquran.
“Bagi yang saat ini dalam jumlah juz tertentu, jangan menyerah, sehingga insyaallah tahun depan atau dua tahun ke depan kita mewisuda lebih banyak wisudawan hafiz dan hafizahnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof. Ali menambahkan, HIKMAh melakukan diseminasi dalam meningkatkan dan memperkenalkan prestasi para hafiz dan hafizah-nya. Ia menegaskan, hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan wisuda tahfidz perdana di UIN Jakarta.
“Tahun ini kita mulai mengadakan wisuda hafiz dan hafizah dalam Gebyar Semarak Alquran di UIN Jakarta 2025,” ungkapnya.
Selain itu, Ketua UKM HIQMA 2025, Wildan Miftahuddin, menyatakan, penghafal Al Qur’an dan santriwan-santriwati harus menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang sistematis dan profesional. Ia menegaskan, nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan dan diperkenalkan secara berkelanjutan pada akhirnya akan dipahami, diterima, dan dijadikan standar dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya ingin memperjuangkan agar penghafal Quran tidak dianggap remeh oleh orang lain. Selain itu, saya juga ingin memperjuangkan kampus ini untuk lepas dari label liberal itu dan kita tunjukkan kehadiran Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menjadi saksi bahwa UIN Jakarta menjadi contoh kampus perdana wisuda tahfidz di PTKIN seluruh Indonesia,” pungkasnya, Sabtu (01/11/25).
Reporter: Lulu Khoirun Nisa | Fotografer: Siti Julfa Fitriyah | Editor: Geri Maulana Saputra & Muhammad Naufal Waliyyuddin









