UKM Hiqma UIN Jakarta Perkuat Pengembangan Seni Islami dan Pendidikan Al-Qur’an Mahasiswa
UKM Hiqma UIN Jakarta Perkuat Pengembangan Seni Islami dan Pendidikan Al-Qur’an Mahasiswa

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qari’ dan Qari’ah Mahasiswa (Hiqma) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni Islami dan pendidikan Al-Qur’an melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan. UKM yang berdiri sejak 11 Oktober 1988 ini kini tidak hanya menjadi wadah pengembangan tilawah, tetapi juga menaungi berbagai divisi seni Islami lainnya.

Ketua Umum Hiqma, Muhammad Haikal Hibrizi mengatakan, UKM Hiqma didirikan oleh sejumlah tokoh kampus, di antaranya Ustadz Dimyati, Ustadz Al Hamidi, Ustadz Mahsun Salim, hingga Ustadzah Wiwi Siti Sajaroh. Berdirinya organisasi ini dilatarbelakangi oleh sulitnya mencari qari dan qariah di lingkungan kampus UIN Jakarta pada masa itu.

“Awalnya Hiqma dibentuk karena sulitnya mencari qari dan qariah di kampus, sehingga para pendiri berinisiatif membentuk wadah khusus untuk mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni Islami,” ujar Haikal pada Senin (11/05).

Haikal mengungkapkan, memasuki masa kepengurusan 2026, Hiqma mengusung Kabinet ASHFIYA dengan visi memperkuat pendidikan Al-Qur’an, meningkatkan prestasi di bidang seni Islami, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan organisasi.

“Kami ingin mengoptimalkan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan divisi untuk seluruh anggota, sekaligus meningkatkan prestasi Hiqma di bidang seni Islami,” jelasnya.

Menurut Haikal, saat ini, Hiqma memiliki delapan divisi yang menjadi ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswa, yaitu Tilawah, Tahfizh, Syarhil Qur’an, Sholawat, Hadroh, Marawis, Qasidah, dan Kaligrafi. Selain itu, organisasi ini juga menjalankan tiga fokus pendidikan, meliputi pendidikan Al-Qur’an, pendidikan divisi, dan pendidikan organisasi.

“Hiqma bukan hanya tempat belajar seni Islami, tetapi juga ruang pembelajaran organisasi dan pengembangan karakter anggota,” katanya.

Dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, Haikal menambahkan, Hiqma menghadirkan sejumlah program unggulan, seperti “Senja Mengaji” dan “Training of Trainer Qur’an”. Program tersebut terbuka bagi mahasiswa UIN Jakarta yang ingin memperdalam kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an.

“Program Senja Mengaji menjadi wadah mahasiswa belajar tahsin dan tajwid, sedangkan Training of Trainer Qur’an bertujuan melatih anggota agar mampu menjadi pengajar Al-Qur’an di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haikal menjelaskan, selain program rutin, Hiqma juga mencatat sejumlah capaian pada 2025 sebagai bentuk perkembangan organisasi. Salah satunya melalui penyelenggaraan Wisuda Tahfidz Akbar yang disebut sebagai program perdana di lingkungan PTKIN se-Indonesia.

“Tahun lalu kami menginisiasi Wisuda Tahfidz Akbar sebagai bentuk apresiasi kepada hafiz dan hafizah di UIN Jakarta. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi kampus lain,” ungkapnya.

Anggota divisi Kurikulum Pendidikan Al-Qur’an, Adrian Ilham Naru mengatakan, dalam membangun organisasi, Hiqma menanamkan budaya kekeluargaan dan nilai keislaman kepada seluruh anggota. Organisasi juga berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan suportif selama proses pembelajaran berlangsung.

“Kami ingin organisasi menjadi tempat pulang yang nyaman tanpa tekanan, dengan seluruh anggota saling membantu menyelesaikan tugas organisasi,” ungkapnya pada Kamis (21/5)

Menurut Adrian, sejauh ini, Hiqma dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi kampus melalui pengembangan kader dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan keislaman. Sejumlah alumni Hiqma juga berhasil berkontribusi di lingkungan akademik UIN Jakarta.

“Hiqma berhasil melahirkan kader yang mengabdi untuk kampus seperti Prof. Tholabi Kharlie dan Ustadz Dr. Hasani,” ujarnya. 

Di sisi lain, ucap Adrian, pihak kampus dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan UKM Hiqma, baik melalui bantuan anggaran maupun dukungan terhadap delegasi lomba.

“Kampus memberikan dukungan anggaran untuk program kerja Hiqma, termasuk dana delegasi bagi anggota yang mengikuti perlombaan tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Reporter: Syahru Alfin Arsyada |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby