Wisuda ke-140 UIN Jakarta, Rektor Tekankan Pentingnya Mentalitas Tangguh dan Spiritualitas di Era Digital
Wisuda ke-140 UIN Jakarta, Rektor Tekankan Pentingnya Mentalitas Tangguh dan Spiritualitas di Era Digital

Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-140 dengan melantik sebanyak 789 wisudawan dan wisudawati. Mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif”, Minggu (24/05/2026).

Prosesi wisuda hari kedua ini diwarnai pesan reflektif dan inspiratif dari Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mengenai pentingnya kepribadian, mentalitas, dan spiritualitas dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks di era digital.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum penting yang menjadi awal perjalanan baru para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Ia mengaku turut mengenang masa wisudanya puluhan tahun silam dan menilai masa depan seseorang sangat ditentukan oleh langkah yang diambil sejak hari ini.

“Hari ini adalah tonggak perjalanan yang sangat penting dan menentukan. Kita tidak tahu perjalanan ke depan akan seperti apa, namun tentu juga ditentukan oleh langkah saat ini,” ujarnya.

Di hadapan ratusan wisudawan, orang tua, dan sivitas akademika, ia turut mengapresiasi capaian akademik para lulusan, termasuk mereka yang berhasil meraih IPK hampir sempurna. Namun demikian, menurutnya, prestasi akademik hanyalah modal dasar dan bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan seseorang di masa depan.

“IPK itu penting sebagai modal. Tetapi itu bukan satu-satunya. Karna yang lebih penting  adalah kepribadian, mentalitas, kemampuan berkomunikasi, dan spiritualitas,” katanya.

Ia menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan pribadi yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki ketahanan mental, serta mampu bersikap tenang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun dunia kerja.

“Dunia sekarang membutuhkan mental baja, punya visi ke depan, dan punya niat baik. Itu adalah orang yang akan sukses,” lanjutnya.

Selain memberikan motivasi kepada para wisudawan, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari peran besar para pendidik dalam mentransfer ilmu sekaligus nilai kehidupan.

“Bagaimanapun, kalian sudah dihantarkan oleh mereka menjadi sarjana. Dalam bahasa agama, inilah yang disebut amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan terus menyebar,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian UIN Jakarta yang saat ini menempati posisi teratas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama serta berada pada peringkat 29 dunia dalam bidang Religion, Theology, and Divinity. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa UIN Jakarta berada pada jalur yang tepat dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global.

“Ketika saya pergi ke Austria dan London dan bertemu kolega, mereka sudah tahu UIN Jakarta. Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi kita sudah berada di the right track,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak para lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater dan tetap mencintai UIN Jakarta setelah menjadi alumni. “Jangan lelah mencintai UIN. Kalian nanti akan menjadi pejabat, pengusaha, maupun aktivis karena UIN,” ujarnya.

Menjelang akhir pidato, ia mengajak para wisudawan, orang tua, dan sivitas akademika untuk menumbuhkan semangat berbagi melalui program Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan dan dukungan beasiswa untuk melanjutkan studi.

Melalui momentum Wisuda ke-140 ini, UIN Jakarta berharap para lulusan tidak hanya menjadi insan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan tetap menjunjung nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan di tengah perkembangan era digital yang terus bergerak dinamis.

Reporter: Putri Khoirina Nuzullah | Fotografer: Muhammad Zaky Alfatih | Publisher: Naila Yustiara

Dokumentasi:

wisuda-day-2-9

wisuda-day-2-8

wisuda-day-2-11