Wisudawan Terbaik ke-140, Devara Dipa Dirana Wakili 789 Lulusan Tekankan Etika Digital dan Integrasi Nilai Moral
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online — Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang digelar di Auditorium Harun Nasution, Minggu (24/05/2026), menjadi momen bermakna bagi wisudawan terbaik Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis jenjang Sarjana, Devara Dipa Dirana, yang menyampaikan pidato mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati UIN Jakarta.
Di hadapan Ketua Senat, Rektor, jajaran pimpinan universitas, serta para orang tua wisudawan, Devara menyampaikan bahwa kelulusan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.
Ia menegaskan bahwa generasi lulusan saat ini hidup di era disrupsi digital yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan besar dalam pola interaksi sosial. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta integritas moral yang kokoh.
Dalam pidatonya, Ia menyoroti fenomena sosial di ruang digital, di mana kemudahan akses teknologi sering kali tidak diiringi dengan kebijaksanaan dalam penggunaannya. Ia menekankan pentingnya etika digital, khususnya dalam menyampaikan pendapat di media sosial, agar tidak terjebak pada budaya instan, viral, dan minim tanggung jawab.
“Banyak yang mampu menggunakan teknologi, tetapi tidak semua mampu menggunakannya dengan bijak,” demikian salah satu pesan yang ia sampaikan dalam pidato tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lulusan UIN Jakarta perlu memiliki competitive advantage berupa integrasi antara kecerdasan digital dan nilai-nilai moral-spiritual. Menurutnya, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, karena teknologi tanpa moralitas dapat menimbulkan disrupsi, sementara moralitas tanpa penguasaan teknologi akan membuat generasi muda tertinggal dalam kompetisi global.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan universitas, dekan, serta para dosen atas dedikasi, ilmu, dan keteladanan yang telah diberikan selama masa studi. Ia turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjalani proses perkuliahan.
Momen haru turut mewarnai pidato tersebut ketika ia menyampaikan pesan khusus kepada orang tua wisudawan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini bukan semata hasil perjuangan pribadi, melainkan buah dari doa, pengorbanan, dan kasih sayang orang tua yang tidak pernah putus.
“Lihatlah anak-anakmu hari ini. Kemenangan ini bukan milik kami, tetapi sepenuhnya milik orang tua kami,” ucapnya yang disambut haru para hadirin.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak orang tua yang tetap tegar meskipun tidak selalu berada dalam kondisi baik, namun tetap mengutamakan pendidikan anak-anak mereka. Ucapan terima kasih dan penghargaan mendalam ia sampaikan atas cinta tanpa syarat yang telah diberikan.
Menutup pidatonya, Ia mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas kelulusan yang diraih. Ia berharap seluruh lulusan dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu menjaga nilai, etika, dan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-140 UIN Jakarta ini pun menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal dari perjalanan baru para lulusan dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Reporter: Putri Khoirina Nuzullah | Fotografer: Muhammad Zaky Alfatih | Publisher: Naila Yustiara
Dokumentasi:




