Zhafira Kamila Dewi Buktikan Kekuatan Konsistensi Lewat Gelar Wisudawan Terbaik FIKES UIN Jakarta
Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Zhafira Kamila Dewi, berhasil menyandang predikat Wisudawan Terbaik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari FIKES pada Wisuda ke-140. Ia menegaskan capaian tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari konsistensi dalam menjalani proses serta komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik sejak awal perkuliahan.
Sedari awal menjadi mahasiswa UIN Jakarta, Zhafira menanamkan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, salah satunya adalah rutin belajar setiap hari. Ia percaya bahwa usaha yang maksimal dan sikap optimis menjadi kunci untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
“Menurut saya, keberhasilan tidak datang dari satu malam belajar keras, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Saya selalu berusaha menjaga agar nilai tetap berada pada posisi yang aman dan stabil. Jika ada satu komponen yang kurang maksimal, saya berusaha memperbaikinya melalui komponen lain,” tutur Zhafira, Sabtu, (6/6).
Zhafira percaya bahwa prestasi dibangun dari kebiasaan menjaga ritme belajar yang konsisten. Selama perkuliahan ia berusaha untuk menyerap materi yang disampaikan dosen dengan baik, bertanya saat menemukan hal yang tidak dimengerti, serta mengulang kembali materi tersebut di luar jam perkuliahan secara mandiri. Kebiasaan tersebut membuatnya tidak perlu bergantung pada sistem kebut semalam saat menghadapi ujian.
“Strategi belajar yang saya lakukan sebenarnya cukup sederhana, yaitu berusaha memahami materi sejak proses perkuliahan berlangsung. Saya selalu berusaha mendengarkan penjelasan dosen dengan baik karena saya percaya bahwa proses belajar tidak dimulai saat ujian, melainkan saat materi pertama kali diberikan,” ujarnya.
Tak hanya aktif secara akademik, Zhafira juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (HMPSIK) serta menjabat sebagai sekretaris di Komunitas Pionir Muda. Selain itu, ia juga aktif di Lembaga Semi Otonom (LSO) Disaster and Emergency Nursing Team (DENTA) sebagai anggota Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).
Keterlibatannya dalam berbagai organisasi memberikannya banyak pengalaman berharga selama masa perkuliahan. Melalui kegiatan tersebut, Zhafira mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Di sisi lain, aktivitasnya di DENTA turut membantunya memperluas wawasan sekaligus memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang relevan di bidang keperawatan.
Selama menempuh pendidikan di UIN Jakarta, Zhafira juga berhasil menorehkan prestasi di bidang nonakademik. Bersama timnya, ia meraih Juara 1 dalam lomba Ratoeh Jaroe pada Art Fest Cup yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti.
Di balik berbagai aktivitas yang dijalani, Zhafira mengaku sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kehidupan pribadi. Meski demikian, ia berusaha menjaga keseimbangan dengan menyusun skala prioritas dan mengelola waktunya sebaik mungkin agar setiap tanggung jawab dapat dijalani secara maksimal.
Zhafira menambahkan, tantangan terbesar yang ia hadapi selama berkuliah adalah mengatur waktu antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. Saat menghadapi kondisi tersebut, ia belajar untuk menentukan prioritas.
“Manajemen waktu bukan hanya tentang membuat jadwal, tetapi juga tentang berkomunikasi dengan tim serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil,” ungkapnya.
Bermodal pengalaman tersebut, Zhafira mulai menerapkan kedisiplinan dalam menghargai serta mengelola waktu dengan lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam kebiasaan-kebiasaan kecil sebagai upaya untuk memperbaikinya.
“Saya juga percaya bahwa disiplin dan manajemen waktu memiliki peran yang sangat besar. Ketika menghadapi kesulitan, saya berusaha mencari solusi daripada mencari alasan,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan studi di UIN Jakarta, Zhafira berencana untuk terjun langsung di dunia kerja sesuai bidangnya yakni sebagai perawat. Ia juga menargetkan untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sambil terus mempersiapkan diri melalui program magang.
Di akhir, Zhafira berpesan bahwa kegagalan dan hilangnya motivasi merupakan hal yang wajar dalam perjalanan kuliah, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berkembang. Setiap kesempatan hendaknya dimanfaatkan untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru.
“Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan selama masa kuliah. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jangan takut mencoba hal-hal baru. Karena pada akhirnya, yang paling sering disesali bukanlah kegagalan, melainkan kesempatan yang tidak pernah dicoba,” pungkasnya.
Reporter: Alfiah Ziha Rahmatul Laili |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:
